Oleh : PCNU Dan MWC NU se-Kabupaten Jombang
- AD/ART dan Peraturan Organisasi Jam’iyah Nahdlatul Ulama;
- Keputusan Konfercab PCNU Jombang Tahun 2012;
- Keputusan Syuriah PCNU Jombang Tahun 2012;
- Keputusan Musyawarah Kerja Cabang Nahdlatul Ulama Jombang 2012-2017.
Serta
memperhatikan tradisi penyelenggaraan ‘Lailatul Ijtima’’ sebagaimana tertulis
dalam buku ‘Risalah Ahlussunnah Wal Jama’ah’ karya Rais Akbar : Al-Maghfurlah
K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari
Pengantar
Didalam mukaddimah Qanun Asasi, Rais
Akbar Jam’iyah Nahdlatul Ulama, Al-Maghfurlah K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari, menyampaikan
bahwa;
Sesungguhnya
pertemuan dan saling mengenal persatuan dan kekompakan adalah merupakan yang
tidak seorangpun tidak mengetahui manfaatnya. Betapa tidak. Rasulullah SAW
benar-benar telah bersabda yang artinya :
“Tangan Allah bersama jama’ah. Apabila
diantara jama’ah itu ada yang memencil sendiri, maka syaitanpun akan
menerkamnya seperti halnya serigala menerkam kambing.”
Suatu umat bagaikan jasad lainnya.
Orang-orangnya ibarat anggota-anggota tubuhnya. Setiap anggota punya tugas dan
perannya.
Seperti dimaklumi, manusia tidak dapat
bemasyarakat, bercampur dengan yang lain; sebab seorangpun tak mungkin
sendirian memenuhi segala kebutuhan-kebutuhannya. Dia mau tidak mau dipaksa
bermasyarakat, berkumpul yang membawa kebaikan bagi umatnya dan menolak
kebutuhan dan ancaman bahaya dari padanya.
Karena itu, persatuan, ikatan batin
satu dengan yang lain, saling bantu menangani satu perkara dan seia sekata
adalah merupakan penyebab kebahagiaan yang terpenting dan factor paling kuat
bagi menciptakan persaudaraan dan kasih sayang.
Berapa banyak negara-negara yang
menjadi makmur, hamba-hamba menjadi pemimpin yang berkuasa, pembangunan merata,
negeri-negeri menjadi maju, pemerintah ditegakkan, jalan-jalan menjadi lancar.
Perhubungan menjadi ramai dan masih banyak manfaat-manfaat lain dari hasil persatuan
merupakan keutamaan yang paling besar dan merupakan sebab dan sarana paling
ampuh.
Rasulullah SAW telah mempersaudara-kan
sahabat-sahabatnya sehingga mereka (saling kasih, saling menyayangi dan saling
menjaga hubungan) tidak ubahnya satu jasad; apabila salah satu anggota tubuh
mengeluh sakit, seluruh jasad ikut merasa demam dan tidak dapat tidur.
Itulah sebabnya mereka menang atas musuh
mereka, kendati jumlah mereka sedikit. Mereka tundukkan raja-raja, mereka
taklukkan negara-negara. Mereka buka kota-kota. Mereka bentangkan payung-payung
kemakmuran. Mereka bangun kerajaan-kerajaan. Dan mereka lancarkan jalan-jalan.
Itulah penggalan kalimat Mukadimah Qonun
Asasi. Dengan demikian, maka “LAILATUL IJTIMA’” merupakan program/amaliyah yang dilahirkan ulama-ulama besar NU
yang dulu senang sekali berkumpul di malam hari, terutama tengah bulan qomariah
antara tanggal 13, 14, dan 15, saat muncul Bulan Purnama.
Maksud, Tujuan
& Hasil Yang Diharapkan
Lailatul
Ijtima’ dimaksud adalah yang diprogramkan / direncanakan bersama-sama antara
PCNU dan MWC NU di 4 (empat) wilayah Kawedanan Jombang. Dengan begitu, tidak
menggantikan Lailatul Ijtima’ yang secara rutin diselenggarakan oleh
masing-masing MWC NU se-Kabupaten Jombang.
Lailatul
Ijtima’ bertujuan untuk menguatkan silaturrohim antar Alim, Ulama, Kyai,
Ustadz, Tokoh Masyarakat, Pemimpin Umat dan Masyarakat dari berbagai kalangan
yang berpaham Ahlussunnah Wal Jama’ah An Nahdliyyah dalam rangka; bersama
mengabdi untuk melayani umat.
Lailatul
Ijtima’ diharapkan dapat :
1.
Mempertemukan
seluruh Pengurus Anak Ranting, Pengurus Ranting, Pengurus Majelis Wakil Cabang
(MWC) dan Pengurus Cabang beserta Badan Otonom Nahdlatul Ulama dalam satu
pertemuan untuk meningkatkan kualitas An-Nahdliyyah.
2. Menguatkan
Paham ASWAJA serta Daya Respon dan Daya Serap terhadap situasi kehidupan masyarakat
dalam beragama dan bernegara.
3. Menguatkan
kekompakan (soliditas) berorganisasi dan kesatuan (unity/oneness)
bermasyarakat.
Penyelenggara
& Pelaksana
Sebagaimana
Kebijakan Syuriyah PCNU Jombang, Lailatul Ijtima’ diselenggarakan dan diprogramkan
bersama-sama oleh PCNU dan MWC-NU di 4 (empat) Wilayah Kawedanan Jombang.
Secara teknis,
pelaksanaan Lailatul Ijtima’ diorganisir dan dimobilisasi oleh MWC NU yang
berketempatan dengan membentuk kepanitian/tim kecil yang bertugas secara
operasional untuk kelancaran kegiatan.
Waktu dan
Tempat
Pengurus Cabang
Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang memberikan kebijakan bahwa Lailatul Ijtima’
diselenggarakan 2 (dua) kali setiap bulan (Qomariyah) untuk 2 (dua) MWC di 2
(dua) dari 4 (empat) wilayah kawedanan di Jombang (Ngoro, Mojoagung, Ploso dan
Jombang). Simulasi waktu penyelenggaraan sebagaimana terlampir.
Hari dan
tanggal pelaksanaan Lailatul Ijtima’ adalah diantara 3 (tiga) hari pertengahan
bulan qomariyah, yakni ; tanggal 13 (malam 14), 14 (malam 15), dan 15 (malam
16). Pilihan tanggal pelaksanaan menjadi kebijakan MWC NU yang berketempatan
dengan catatan diantara 2 (dua) wilayah kawedanan pelaksanaanya tidak
berbarengan.
Sedangkan
tempat pelaksanaan menjadi kebijakan MWC NU yang berketempatan, yakni; di masjid dan atau lingkungan masjid yang
dapat menampung keseluruhan peserta yang hadir dari Anak Ranting, Ranting dan
MWC NU se-wilayah kawedanan serta PCNU Kabupaten Jombang.
Materi &
Nara Sumber Lailatul Ijtima’
Tradisi
Lailatul Ijtima’ telah ada sejak tahun 1930 M, dan berlangsung hingga sekarang.
Untuk itu, -berdasar tradisi- Lailatul Ijtima’ dimulai dengan alur pokok sebagai
berikut :
No
|
Uraian Acara
|
Yang Tertugas
|
1
|
Sholat Isya’ dan Dzikir
Berjama’ah
|
Imam Sholat setempat
|
2
|
Sholat Sunnah Ba’diyah Isya’ dan
atau tambahan Sholat Sunnah Berjamaah
|
Tambahan Sholat Sunnah Berjama’ah
diimami oleh Petugas dari Ranting NU setempat
|
3
|
Pembukaan Lailatul Ijtima’
|
Ditugaskan oleh Panitia
|
4
|
Pembacaan Ayat-Ayat Suci
Al-Qur’an
|
Ditugaskan oleh Panitia
|
5
|
Pembacaan Tahlil dan atau
Istighostah
|
Ditugaskan oleh MWC setempat
|
6
|
Sambutan Among Tamu
|
Ketua Tanfidziyah MWC setempat
|
7
|
Pengajian/Tausiyah ASWAJA
|
Rais Syuriyah PCNU Jombang dan
atau yang ditugaskan dari Syuriyah
|
8
|
Kebijakan NU dan Respon PCNU
terhadap situasi yang berkembang (Konsolidasi, Sosialisasi dan Koordinasi)
|
Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang
dan atau yang ditugaskan dari Tanfidziyah
|
9
|
Do’a / Penutup
|
Rais Syuriyah PCNU Jombang dan
atau yang ditugaskan dari Syuriyah
|
10
|
Mushofahah
|
Nahdliyyin
|
Tambahan acara
oleh MWC NU setempat dimungkinkan sepanjang tidak merubah acara pokok dan atau
penggunaan waktu yang berlebihan dan atau materinya diluar ASWAJA dan Kebijakan
NU.
Peserta
Peserta
Lailatul Ijtima’ diperkirakan sebanyak + 600 orang meliputi :
1.
Pengurus
Anak Ranting dan Pengurus Ranting dari 1 (satu) Wilayah Kawedanan (Ngoro,
Mojoagung, Ploso & Jombang)
2. Pengurus
Majelis Wakil Cabang (MWC) NU beserta Lembaga/Lajnahnya dari 1 (satu) wilayah
Kawedanan (Ngoro, Mojoagung, Ploso & Jombang)
3. Pengurus
Syuriyah dan Pengurus Tanfidziyah PCNU Jombang
Kehadiran
peserta diundang oleh Panitia Pelaksana kepada Pengurus Anak Ranting, Pengurus
Ranting, Pengurus MWC serta Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama; dimana undangan
diketahui oleh Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang.
Akomodasi,
Perlengkapan & Pembiayaan
1.
Akomodasi
(konsumsi) peserta Lailatul Ijtima’ dipenuhi dalam bentuk natura dan atau Dana
untuk pengadaan natura, serta diperoleh dari partisipasi/bantuan dari
Nahdliyyin setempat dan sekitar.
2.
Backdrop
Lailatul Ijtima’ diperoleh dan disediakan oleh PCNU Jombang untuk 4 Kawedanan
dan digunakan secara berkala.
3. Perlengkapan
penyelenggaraan Lailatul Ijtima’ diperoleh salah satunya dari pembiayaan PCNU
Jombang sebesar Rp. 500.000,-, dan selebihnya diperoleh dari partisipasi
Nahdliyyin melalui usaha Penggalangan Dana oleh Panitia.
4. Kebutuhan
lain yang memerlukan dana diperoleh dari partisipasi Nahdliyyin melalui usaha
penggalangan dana oleh Panitia.
Penutup
Seluruhnya ada
atas kehendak Allah SWT., dan berakhir dengan kembali kepadaNYA. Ikhtiyar
manusia menjadi bentuk pengabdian dan pelayanan terhadap kebaikan/kemashlahatan.
Inna Allaha ya’murukum an tuaddul amaanaata ila ahliha,
kullukum roo’in wa kullu roo’in mas’uulun ‘an ro’iyyatihi.
Jombang, 01 Nopember 2012
Pengurus Cabang Nahdlatul
Ulama Jombang
Rais, Katib, Ketua, Sekretaris,
KH .Abd Nashir Fattah Drs.KH.A.Kholiq Hasan,M.HI DR.KH
Isrofil Amar,M.Ag Muslimin Abdilla,S.Ag


